Stop Beli Software Akuntansi Bajakan! Pastikan Beli Software Akuntansi Asli

Pembajakan adalah sebuah permasalahan yang telah lama ada di berbagai industri. Mulai dari produk yang bisa dipakai seperti pakaian sampai ke perangkat lunak di perangkat komputer maupun smartphone. Permasalahan ini juga terjadi di dunia software akuntansi. Sangat banyak produk bajakan yang dijual bebas secara online di market place. Untuk itu, kami ingin mengajak dan mengedukasi kamu semua untuk tidak beli software akuntansi bajakan.

Yang namanya produk bajakan tentu mempunyai kekurangan. Apalagi jika produk tersebut adalah aplikasi atau perangkat lunak. Ada beberapa risiko dari penggunaan aplikasi bajakan, termasuk produk software akuntansi palsu. Berikut akan kami uraikan beberapa bahaya dari membeli dan menggunakan aplikasi keuangan palsu.

Alasan Tidak Membeli Software Akuntansi Bajakan

1. Software Akuntansi Palsu Melanggar Hukum dan Undang-Undang

risiko membeli software akuntansi bajakan - palu dan buku

Alasan utama mengapa kamu semua jangan membeli software bajakan apa pun jenisnya adalah karena termasuk tindakan yang melanggar hukum dan undang-undang. Pembajakan software termasuk ke dalam pelanggaran atas UU No. 28 Tahun 2014 tentang hak cipta. Denda atas pelanggaran hak cipta berkisar antara 500 juta rupiah sampe 1 miliar rupiah. Nah, dengan nominal denda yang besar tersebut sebaiknya kita hindari pemakaian software atau produk lain yang memiliki hak cipta.

2. Bahaya Virus dan Malware

risiko membeli software akuntansi bajakan - ilustrasi malware dan virus

Risiko lain dari penggunaan software bajakan, termasuk software akuntansi bajakan adalah adanya bahaya dari virus dan malware di dalam software tersebut. Kita tidak pernah tahu apakah di dalam software akuntansi bajakan ada virus atau malware yang berbahaya. Padahal virus dan malware bisa merusak data atau bahkan mengambil data yang kita miliki. Hindari hal seperti itu dengan cara mengunduh software akuntansi dari situs resminya atau membelinya dari developer atau reseller resmi.

3. Tidak Ada Layanan Setelah Pembelian

Perbedaan paling mendasar dari software akuntansi asli dan bajakan adalah di after sales service. Ketika kita beli software akuntansi asli pasti kita akan mendapat layanan-layanan setelah pembelian. Sebaliknya, jika kita pakai software akuntansi abal-abal maka tidak akan mendapat layanan setelah memakainya. Otomatis kita tidak bisa bertanya jika ada gangguan atau kendala. Tentu hal tersebut sangat merepotkan dan buang-buang waktu.

4. Software Akuntansi Palsu Tidak Memiliki Garansi

risiko membeli software akuntansi bajakan - ilustrasi tidak ada garansi

Jika membeli barang palsu, khususnya software akuntansi, jangan berharap adanya garansi. Jadi, jika aplikasinya error atau rusak, kamu tidak bisa protes atau mengklaim garansi. Karena memang software bajakan tidak ada garansinya. Jadi, pastikan beli software yang asli saja dengan garansi yang bisa diklaim saat ada masalah.

Kesimpulan

Bisa kamu lihat, bahwa ada lebih banyak kerugian dibanding keuntungan saat membeli software akuntansi bajakan. Mari kita hargai bersama software-software keuangan asli buatan Indonesia dengan cara membeli atau mengunduh versi resmi dan aslinya. Kamu bisa coba atau beli software akuntansi Indonesia yang sudah teruji seperti: Accurate, Easy Accounting System, Zahir, dan banyak produk lainnya.