Perbedaan Debit dan Kredit yang Perlu Dipahami

Salah satu istilah paling banyak yang digunakan dan didengar di dunia akuntansi adalah debit dan kredit. Namun, sudah tahukah kamu apa perbedaan debit dan kredit plus penjelasannya? Kalau belum tahu, kamu bisa baca pembahasan dari kami di bawah ini.

Pengertian Debit dan Kredit

Debit

Debit artinya pengurangan simpanan di rekening bank atau catatan pembukuan yang meningkatkan nilai aset atau mengurangi jumlah kewajiban. Di akuntansi debit dicatat di sebelah kiri dan peningkatan aset yang dicatat antara lain penambahan uang, penambahan barang, penambahan peralatan, dan sewa.

Kredit

Kredit adalah kebalikan dari debit, maka dalam akuntansi biasanya dicatat di sebelah kanan. Adapun definisi kredit adalah pemberian penggunaan suatu uang atau barang kepada orang lain di waktu tertentu dengan jaminan atau tidak dengan jaminan, dengan pemberian jasa atau bunga, atau tanpa bunga.

Contoh Debit dan Kredit

Agar kamu lebih memahaminya, pertama harus dipahami dulu akun-akun apa yang terpengaruh debit dan kredit:

1. Aset. Akun ini adalah yang pertama memakai debit dan kredit. Aset ini bisa berupa kas, piutang usaha, mesin, kendaraan dan peralatan kantor. Saat aset bertambah posisinya berada di debit, sedangkan saat aset berkurang maka posisinya berasa di kredit.

2. Beban. Beban adalah pengeluaran yang harus dilakukan agar usaha atau bisnis tetap bisa berjalan. Beban akan bertambah saat didebitkan dan akan berkurang saat dikreditkan.

3. Liabilitas dan ekuitas. Jika sebuah perusahaan meminjam 200 juta ke bank untuk modal maka kas akan bertambah 200 juta, sedangkan utang bank sebesar 200 juta.

4. Akumulasi. contoh dari akumulasi ini yaitu ketika setiap bulan kendaraan perusahaan memiliki beban akumulasi sebesar 1 juta. Transaksi ini bisa dicatat seperti ini Beban akumulasi kendaraan 1 juta dan Akumulasi Kendaraan 1 juta.

Berikut ini adalah situasi-situasi lain dalam aktivitas akuntansi, kita akan coba lihat mana debit dan mana kredit.

a. Kita melakukan penjualan barang produksi secara tunai kepada pembeli. Maka debit adalah kas dan kredit adalah pendapatan.

b. Pembelian bahan produksi dari pemasok secara tunai, maka debit adalah bahan produksi dan kredit berupa uang tunai.

c. Penggunaan dana perusahaan untuk membayar karyawan, maka debit adalah biaya gaji dan kredit adalah uang tunai.

Begitulah kira-kira gambaran mengenai perbedaan debit dan kredit dalam akuntansi. Kami harap informasi ini bisa menambah pengetahuan kamu semua. Jangan lupa untuk baca artikel lain di situs kami, sebab masih banyak informasi umum tentang akuntansi maupun pembahasan seputar produk software akuntansi Indonesia seperti Accurate, Easy Accounting, dan Jurnal.